1928
Desa Jadimulya dibentuk dari penyatuan Lembur Jajaway dan Lembur Jumleng melalui kesepakatan tokoh masyarakat. Kuwu pertama: Bp. Marta Sasmita (1928-1931).
Daftar Isi
Sejarah Desa Jadimulya bukan sekadar catatan tahun. Ini adalah kisah kesepakatan, kerja bersama, dan semangat warga yang menjaga identitas desa sambil menata masa depan. Dari pembentukan tahun 1928 hingga pemekaran wilayah, setiap fase menjadi pijakan untuk pelayanan publik yang lebih kuat hari ini.
Visi Desa
Terwujudnya Desa Jadimulya yang mandiri, sejahtera, berdaya saing, dan berlandaskan gotong royong dalam pelayanan publik.
Terbentuk dari musyawarah masyarakat yang menyatukan Lembur Jajaway dan Lembur Jumleng.
Pada masa pendudukan Belanda, tokoh masyarakat dari dua wilayah bersepakat membentuk satu entitas pemerintahan desa. Tahun 1928 menjadi tonggak resmi lahirnya Desa Jadimulya dengan kepemimpinan awal oleh Bp. Marta Sasmita sebagai Kuwu pertama.
Pada awal pembentukannya, wilayah Desa Jadimulya meliputi Dusun Jumleng, Dusun Cigintung, Dusun Ciranto, Dusun Jajaway, dan Dusun Wangkalronyok.
Visual ringkas perkembangan wilayah berdasarkan dokumen sejarah Desa Jadimulya.
Desa Jadimulya (Induk)
Jumleng, Cigintung, Ciranto
1979 - Desa Jadikarya
Jajaway, Wangkalronyok
1997 - Desa Sukamulya
Cigintung
Desa Jadimulya (Induk)
Jumleng, Ciranto
Struktur Dusun Desa Jadimulya Saat Ini
1928
Desa Jadimulya dibentuk dari penyatuan Lembur Jajaway dan Lembur Jumleng melalui kesepakatan tokoh masyarakat. Kuwu pertama: Bp. Marta Sasmita (1928-1931).
1979
Pemekaran tahap pertama: Dusun Jajaway dan Dusun Wangkalronyok membentuk Desa Jadikarya. Dusun Jumleng, Cigintung, dan Ciranto tetap di Desa Jadimulya sebagai desa induk.
1997
Pemekaran tahap kedua: Dusun Cigintung menjadi wilayah Desa Sukamulya. Dusun Jumleng dan Dusun Ciranto tetap dalam wilayah Desa Jadimulya.
Kini
Wilayah dusun terus ditata: dari wilayah induk berkembang menjadi 5 dusun aktif, yaitu Ciranto, Cisagu, Mulyasari, Sidikmulya, dan Parinenggang.
Lima wilayah dusun aktif sebagai ruang pelayanan, pembinaan, dan pengembangan masyarakat.